Jari-jemari tangan waktuku telah lama menggali tanah-tanah perasaan untuk menemukan hati-hati yang terkubur oleh pasir kedukaan. Aku pun mencoba mencari bangkai-bangkai hati yang mati terluka oleh tajamnya pisau kata-kata, serta berusaha membangkitkan mereka dengan meniupkan roh keyakinan agar suatu saat aku mampu memeluk tubuh hati mereka dengan rangkulan abadi yang takkan terlepas oleh kematian. Cinta pun menyemprotkan sebuah keharuman jiwa alam semesta untuk kehidupan para perawan perasaan. Ingin aku genggam awan gelap yang bergelayutan di relung-relung ruang dada tuhan dan menjadikannya bola-bola kekecewaan yang akan kulempar dan akan kutenggelamkan di lautan waktu yang hampa agar tak menggangu pandanganku menuju puncak gunung kebahagiaan.

Dentuman teriakan kekosongan melubangi tembok-tembok hatiku. Begitu banyak jeritan jiwa-jiwa yang terjepit di dinding luka yang selalu mencoba bangkit dari injakan keterpurukan. Semua terjadi karena gemerincingan keping-keping cinta yang mentulikan kita, menyilaukan mata hingga buta, merubah pikiran hingga membodohi dan akhirnya hal yang mustahil pun bisa terjadi.

Detak-detik jantung kehidupanku terus mengaliri sungai waktu, sesosok bidadari yang terluka pun datang merobek-robek pikiranku dengan pesona alam yang tertanam di tubuhnya. Dia melukiskan wajahnya di kelopak mataku hingga terpejam pun aku masih melihatnya, dia mendobrak pintu-pintu pikiranku dengan senyumnya yang maha dahsyat. Aku pun berharap mampu menyentuh hatinya yang beku di hamaparan salju kehidupan. Berharap memiliki wujudnya walau hanya dalam panggung mimpi-mimpi. Aku bermimpi dalam hati, dia dapat melihat kedalaman cintaku padanya, yang sesungguhnya hatiku kini ada dalam genggamannya dan semoga dia mau mencoba mengobati perasaan lukanya dengan hatiku yang bersungguh-sungguh ingin menghabiskan batas kehidupan bersamanya.
Aku akan meneteskan air perasaan untuk melubangi hatimu yang membatu.

Suka cita mewarnai duka cita, derita akan tertutupi bahagia, kehidupan akan di akhiri kematian, perpisahan di mulai oleh pertemuan. Jika kita semua sadar bahwa keindahan kehidupan adalah sebuah keseimbangan.